Kamis, 06 Oktober 2016 0 komentar

Lapar Makna Hidup

By.  Ridho Hudayana

Jiwa sebenarnya tidak akan merasakan tenang karena kedudukan,  karena Harta,  atau karena ketenaran.  Lihatlah mereka yang dalam hidupnya untuk mencari dan mengejar kedudukan, sekalipun kedudukan telah didapat,  tapi jiwa selalu merasa ada yang kurang dan belum tenang, bahkan bagi mereka yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan kedudukan,  jauh dari rasa tenang,  bahkan merasa hidupnya tidak akan tenang dan dihantui ketakutan akan kehilangan kedudukan dan berakhir pada penjara atau hukuman lainnya.

Dan banyak orang diantara kita yang menjadi pengejar kekayaan,  bahkan tak jarang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan apakah kemudian dia merasakan tenang dan bahagia? Tentu kita tidak akan segera mengetahuinya,  karena itu ada didalam pikiran dan di hati.  Namun bisa kita lihat dari sikap dan prilakunya. Contoh: apakah orang itu mudah marah,  sedih,  dendam,  dll.? Itu tandanya orang tersebut tidak tenang dan bahagia walaupun punya Harta atau kedudukan.

Memang sejatinya manusia itu bukan lapar dan pecari ketenaran, kenyamanan,  kekayaan ataupun kekuasaan,  namun manusia itu sejatinya lapar dan terus mencari tentang makna dalam hidupnya yang sejati.  Dan tentu semuanya menyebabkan hatinya tenang dam selalu punya alasan untuk bahagia. Wallahu'alam bissowwab. 
Rabu, 05 Oktober 2016 0 komentar

Aku tidak menunggu kepulangan dan janji-janji sore

Bait Syair/Puisi dari Aminah Quthb ke Suaminya Asy-Syahid Kamal Sananiri:
Aku tidak menunggu kepulangan dan janji-janji sore
aku tidak menunggu kereta kan kembali membawa secercah harap
kau tinggalkan aku mengarungi hari-hari dalam kebisuan derita
kau lihatkah bahwa rinduku untuk surga atau cinta kelangitan
kau lihatkah bahwa janji itu untuk Allah
sudah tibakah saat pemenuhannya
aku berlalu bagai perindu
sebagai pemabuk cinta yang mendengarkan panggilan
kau jumpaikah di sana para kekasih
apa warna pertemuan itu
dalam hijaunya surga, dalam firdaus dan gemuruh karunia
di negeri kebenaran kalian berkumpul
dalam damai dan perlindungan
jika memang karena itu, selamat datang kematian tergilas darah
akankah aku menemuimu di sana, tinggalkan negeri derita
ya, kan kutemui kau di sana
janji yang diyakini orang-orang jujur
kita dapatkan balasan, atas hari-hari yang kita lalui
dalam derita dan cobaan
kita kan dijaga dalam kebaikan
tanpa takut perpisahan dan kefanaan
#poetry #aminah #quthb #kamal #sananiri #romantic
Www.RidhoHudayana.com
Selasa, 04 Oktober 2016 0 komentar

RH Mengenal Dakwah & Organisasi

By. Ridho Hudayana
Ketika di Sekolah Menengah Pertama dulu mungkin disekolah tidak banyak yang mengenal seorang Ridho, karena selain memang tidak pernah sama sekali mau mengambil posisi apapun di semua organisasi, sampai-sampai ketika pemilihan petugas di kelas, untuk seksi kebersihanpun saya tolak, karena Organisasi pada waktu itu semacam suatu hal yang mengerikan dan harus dihindari.
Memang lebih pada factor diri saya yang pendiam, tidak punya banyak teman dan saya merasa tidak punya kepandaian dalam berbicara atau berpendapat secara lisan, juga awalnya karena tidak berani berbicara didepan teman-teman dikelas. Semua kejadian saya simpan didalam hati, dan sebagian saya tumpahkan dalam bentuk puisi yang saya tulis setiap hari dalam buku khusus puisi saya.
Lengkaplah sudah phobia saya terhadap organisasi menjadi-jadi, dan dilengkapi dengan pengalaman saya mengikuti kegiatan pramuka yang saya saksikan adalah senior yang songong-songong dan tidak mendidik sama sekali, selain hanya untuk menunjukkan kalau dia itu senior dan saya junior yang layak ditindas danjadi mainan, maka membuat saya semakin antipati untuk ikut organisasi.
Walaupun saya antipasti terhadap organisasi di sekolah, namun saya tidak menolak untuk aktif di remaja masjid didekat rumah saya, mungkin karena juga remaja masjid itu belum berbentuk organisasi, jadi orang-orangnya masih sangat egaliter. Disini saya menikmati untuk berinteraksi dengan orang lain dan mulai mencari Islam diluar buku pelajaran. Memang mengasyikkan, karena saya mulai menyenangi menulis dan mengisi majalah dinding yang saya terbitkan bersama teman-teman setiah hari jum’at.
Sampai pada puncaknya pada saat mulai kelas 3 SMP saya dikenalkan mentoring atau pengajian kerohanian Islam pekanan disebuah SMA oleh seorang teman remaja masjid yang dia bersekolah disitu, dimana juga dulu kakak saya yang nomer dua pernah bersekolah disana, mulailah bangkit rasa ke-Islaman saya untuk mencari bnyak hal tentang Islam diluar buku sekolah dan kelas.
Namun demikian saya juga menyadari saya tetap perlu sekolah yang bernuansa Islam dan pelajarannya juga lebih banyak tentang Ke-Islamannya. Saya sudah tidak berfikir sekolah yang favorit, yang ada dalam benak saya adalah bagaimana bisa bertaubat dan banyak memahami Islam. Maka sayapun kerap berdiskusi dengan Ibu saya tentang keinginan saya tersebut, dan Ibu saya hanya punya saran untuk masuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak, karena memang dahulu kala ibu saya pernah sekolah disana, yang pada waktu itu MAN 2 namanya masih PGA (Pendidikan Guru Agama) Islam selama 6 tahun.
Sebelum saya menguatkan langkah untuk bersekolah di MAN 2, ibu saya bertanya sudah siap belajar pelajaran yang tidak mudah yaitu Bahasa Arab , dan saya sudah tidak berfikir tentang sulitnya, karena azzam telah terpancang kuat dihati untuk memilih MAN 2, sebagai pendakian untuk membayar ketertinggalan saya dalam berorganisasi dan ke-Islaman saya selama ini.
Sabtu, 02 Juli 2016 2 komentar

Ridho Mengenal DAKWAH & ORGANISASI

By. Ridho Hudayana

Ketika di Sekolah Menengah Pertama dulu mungkin disekolah tidak banyak yang mengenal seorang Ridho, karena selain memang tidak pernah sama sekali mau mengambil posisi apapun di semua organisasi, sampai-sampai ketika pemilihan petugas di kelas, untuk seksi kebersihanpun saya tolak, karena Organisasi pada waktu itu semacam suatu hal yang mengerikan dan harus dihindari.

Memang lebih pada factor diri saya yang pendiam, tidak punya banyak teman dan saya merasa tidak punya kepandaian dalam berbicara atau berpendapat secara lisan, juga awalnya karena tidak berani berbicara didepan teman-teman dikelas. Semua kejadian saya simpan didalam hati, dan sebagian saya tumpahkan dalam bentuk puisi yang saya tulis setiap hari dalam buku khusus puisi saya.

Lengkaplah sudah phobia saya terhadap organisasi menjadi-jadi, dan dilengkapi dengan pengalaman saya mengikuti kegiatan pramuka yang saya saksikan adalah senior yang songong-songong dan tidak mendidik sama sekali, selain hanya untuk menunjukkan kalau dia itu senior dan saya junior yang layak ditindas danjadi mainan, maka membuat saya semakin antipati untuk ikut organisasi.

Walaupun saya antipasti terhadap organisasi di sekolah, namun saya tidak menolak untuk aktif di remaja masjid didekat rumah saya, mungkin karena juga remaja masjid itu belum berbentuk organisasi, jadi orang-orangnya masih sangat egaliter. Disini saya menikmati untuk berinteraksi dengan orang lain dan mulai mencari Islam diluar buku pelajaran. Memang mengasyikkan, karena saya mulai menyenangi menulis dan mengisi majalah dinding yang saya terbitkan bersama teman-teman setiah hari jum’at.

Sampai pada puncaknya pada saat mulai kelas 3 SMP saya dikenalkan mentoring atau pengajian kerohanian Islam pekanan disebuah SMA oleh seorang teman remaja masjid yang dia bersekolah disitu, dimana juga dulu kakak saya yang nomer dua pernah bersekolah disana, mulailah bangkit rasa ke-Islaman saya untuk mencari bnyak hal tentang Islam diluar buku sekolah dan kelas.

Namun demikian saya juga menyadari saya tetap perlu sekolah yang bernuansa Islam dan pelajarannya juga lebih banyak tentang Ke-Islamannya. Saya sudah tidak berfikir sekolah yang favorit, yang ada dalam benak saya adalah bagaimana bisa bertaubat dan banyak memahami Islam. Maka sayapun kerap berdiskusi dengan Ibu saya tentang keinginan saya tersebut, dan Ibu saya hanya punya saran untuk masuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak, karena memang dahulu kala ibu saya pernah sekolah disana, yang pada waktu itu MAN 2 namanya masih PGA (Pendidikan Guru Agama) Islam selama 6 tahun.

Sebelum saya menguatkan langkah untuk bersekolah di MAN 2, ibu saya bertanya sudah siap belajar pelajaran yang tidak mudah yaitu Bahasa Arab , dan saya sudah tidak berfikir tentang sulitnya, karena azzam telah terpancang kuat dihati untuk memilih MAN 2, sebagai pendakian untuk membayar ketertinggalan saya dalam berorganisasi dan ke-Islaman saya selama ini.
0 komentar

Masalah dan Gelegak CINTA Kita

By. Ridho Hudayana

Manusia mudah tuk menutupi
Menutupi kesedihan dengan senyuman
Menutupi kepedihan dengan tawa
Menutupi masalah dengan menuduh
Namun Sayang  Semua tidak hilang dengan ditutupi

Manusia itu sungguh kuat dengan persahabatan
Namun mudah untuk saling membunuh karena fitnah
Senang bermain dengan pencitraan agar fitnah menjadi sah
Sehingga kabur terlihat oleh mata, namun jelas dari hati suci

Manusia itu menjadi super, ketika cinta menggelegak di jiwanya
Seketika kemustahilan menjadi sangat mungkin
Melenyapkan ketakutan dan putus asa seketika
Maka keajaiban dunia melebihi hitungan pun terjadi
Namun berapa manusia yang memiliki gelegak cinta itu?

Manusia itu hidup dari, oleh, dan untuk Masalah
Masalah yang harus dikenali dengan terbuka
Bukan menutupinya dengan topeng dan cuci tangan
Bukan dengan saling membunuh dengan fitnah keji

Manusia itu hanya ajaib dengan Masalah Hidupnya
Jika dia menghadapinya dengan tenang dan tuntas
Jika dia menghadapinya dengan persahabatan  suci
Jika dia menghadapinya dengan cinta yang menggelegak

Masalah kita bisa dihadapi dengan “jika” diawal
Ya “jika” lebih baik diawal, dari pada “seandainya” diakhir
Karena penyesalan adalah hal yang menyakitkan

Yang tidak akan pernah menyelesaikan masalah
Kamis, 04 Juni 2015 1 komentar

Buku Sang Bintang School Power


Cara mendapatkannya mudah, hanya dengan mendonasikan 1 koleksi buku anda (yang bersifat mendidik) ke Komunitas 100 Buku Hebat atau hubungi via Whatsapp dan sms di 089693706016 anda bisa dapatkan e-book buku Sang Bintang School Power ini.

Sedikit mengenai buku ini:

Quote
Karena kita membutuhkan peningkatan pencapaian, Karena kita butuh kehidupan yang lebih baik, Karena kita butuh prestasi yang membanggakan, Karena kita ingin memberikan yang terbaik, Karena Kejayaan membutuhkan Persiapan, Karena kita bersama untuk menjadi lebih baik, lebih kokoh, lebih hebat, lebih cepat, lebih bermanfaat dan lebih Genius! Karena SEMUA itu kita Butuh POWER! (Ridho Hudayana)

Pengantar
Alhamdulillah buku yang berjudul Sang Bintang School Power ini bisa tersusun dan sampai ketangan anda, yang sebenanya sudah sejak lama ingin penulis akan susun dan luncurkan buku ini sebagai suatu sharing of knowledge, dan menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia dan dunia pada umumnya. Namun karena lain dan suatu hal, bisa penulis luncurkan di milad Sang Bintang School yang ke 10 tahun perjuangan dan pengabdian untuk menjeniuskan Indonesia. Buku yang berada ditangan pembaca ini ini terdiri dari 23 tulisan esay yang terinspirasi dari best practice penulis dalam perjalanan mewujudkan visi Indonesia Jenius sebagai visi dari Sang BINTANG School di berbagai kota di Indonesia.

Dengan lika-liku perjalanan yang cukup panjang 10 tahun. Ibaratkan 10 tahun adalah usia remaja awal yang selalu mengimpikan dan bercita-cita sebagai super hero yang memiliki power yang luar biasa, bak remaja yang berfikir dan bertindak layaknya super hero yang punya kekuatan super power dan menginginkan orang tua dan teman mereka bangga melihat tindakkan dan prilakunya yang ia nilai hebat. Begitu pula yang saya gambarkan dalam kumpulan 23 tulisan pilihan yang mulai Penulis tulis dan cicil di blog (http://RidhoPsi.blogspot.com) tentang perjalanan yang belum terhentikan untuk mewujudkan suatu visi kepahlawanan yaitu mewujudkan Indonesia Jenius yang secara ringkas dijelaskan Indonesia yang menikmati indahnya belajar dan mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk hidup diri dan orang lain yang lebih baik lagi. Dan perjuangan ini akan terus diperjuangkan semuanya dengan POWER.
Selasa, 02 Juni 2015 0 komentar

Tela’ah Organisasi Pergerakan Dakwah Islam

By. Ridho Hudayana, S.Psi*

 Perhatikan dan Pikirkan Firman Allah swt. Berikut ini:
                                        يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
[البقرة/208]
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]
Komentar saya tentang ayat itu, memberikan petunjuk yang jelas bagi semua organisasi Islam yang sesungguhnya adalah yang menyeluruh dalam semua amal duniawinya berpatokan pada Islam dan senantiasa bermusuhan dengan orang dan lembaga yang membawa ideology dan pergerakan syaitan, yaitu ideology dan pergeraakan yang hanya senantiasa mengambil dari Islam separuh separuh dan membuang separuh yang lainnya, sekehendak hawa nafsunya, mana yang menguntungkan bagi hawa nafsu dirinya dan kelompoknya.
Dan lebih lanjut kunci untuk menela’ah organisasi pergerakan Dakwah Islam baik yang nasional maupun internasional adalah dengan memahami hadits berikut ini:
Hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu 'anhu.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْجَمَاعَةُ.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’

Keterangan
Hadits ini telah diriwayatkan oleh:
1. Ibnu Majah, dalam kitab Sunan-nya Kitabul Fitan bab Iftiraaqil Umam no. 3992. 
2. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam kitab as-Sunnah I/32 no. 63.
3. Al-Lalikaa-i, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunah wal Jama’ah I/113 no. 149.

Semuanya telah meriwayatkan dari jalan ‘Amr, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Yusuf, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin ‘Amr dari Rasyid bin Sa’ad dari ‘Auf bin Malik. 

Perawi Hadits:
a. ‘Amr bin ‘Utsman bin Sa’ad bin Katsir bin Dinar al-Himshi.
An-Nasa-i dan Ibnu Hibban berkata: “Ia merupakan seorang perawi yang tsiqah.”
b. ‘Abbad bin Yusuf al-Kindi al-Himsi. 
Ia dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban. Ibnu ‘Adiy berkata: “Ia meriwayatkan dari Shafwan dan lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri dalam meriwayatkannya.”
Ibnu Hajar berkata: “Ia maqbul (yakni bisa diterima haditsnya bila ada mutabi’nya).” 
(Lihat Mizaanul I’tidal II/380, Tahdzibut Tahdzib V/96-97, Taqribut Tahdzib I/470 no. 3165.)
c. Shafwan bin ‘Amr: “Tsiqah.” (Taqribut Tahdzib I/439 no. 2949.)
d. Raasyid bin Sa’ad: “Tsiqah.” (Tahdzibut Tahdzib III/195, Taqribut Tahdzib I/289 no. 1859.)

Derajat Hadits
Derajat hadits ini hasan, karena ada ‘Abbad bin Yusuf, tetapi hadits ini menjadi shahih dengan beberapa syawahidnya.
Jelas sudah hadits ini sangat gambling menyebutkan bahwa semua golongan yang tidak berjama’ah pada ketentuan Islam maka semuanya pasti berada pada neraka. Maka kunci untuk memahami golongan yang ada di organisasi  pergerakan dakwah Islam adalah perpecahan suatu keniscayaan, namun kita dapat meeelihat mana organisasi dakwah yang memiliki visi dan tindak tanduk untuk menyatukan semua elemen itu harmonis dengan “jama’ah” atau kumpulan yang teratur, tersusun kokoh seperti satu bangunan.
Begitu pula kta akan dapat melihat dan menilai mana organisasi yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri dan mengklaim kalau dirinya adalah benar dan diluar dari nya adalah salah. Maka jelas organisasi ini bukan berpaham kama’ah sebagaimana yang telah dinukilkan hadits itu.
Hari ini begitu banyak organisasi pergerakan dakwah Islam yang hadir di bumi nusantara ini dan sebagai umat Islam maka kita harus berorganisasi dari sekian banyak tadi dengan 2 cara pendekatan yang saya paparkan tadi. Yang pastinya kita akan selamat jika kia bergabung di organisasi “jama’ah´sebagaimana dengan criteria kita. Wallahu;lam Bisshowab.

*Ketum LDK At-Tarbiyah 2007-2009 UIN MALIKI MALANG
  Silahkan Bekomunikasi, Berkonsultasi atau Berbagi Ilmu di:
PIN: 7463E575, Whatsapp :089693706016, Twitter: @RidhoSBS, FB: RidhoHudayana(jiwatakpernahmati), Blog: Http://RidhoPsi.Blogspot.com

Sabtu, 21 Februari 2015 4 komentar

Orang Besar= Hidup dengan orang Besar+Menantang Orang Besar


By. Ridho Hudayana

“Alasan kenapa orang menjadi mulia dan besar, karena orang itu berfikir dan melakukan hal-hal yang besar dan mulia. juga karena mereka bergaul dengan orang mulia dan besar+memiliki musuh besar dan berprilaku hina dina!” By. Ridho Hudayana

Setelah ngantor di SBS Pontianak yang terletak di jalan Sulawesi no 57. Lebih tepatnya setelah memberikan kuliah di Sang Bintang School Institute (SBI) yang mahasiswanya adalah para Instruktur klub Jenius.

Sembari memberikan materi mind setting ala Harvard “why, what, dan how” yang saya kaitkan dengan bagaimana melakukan marketing berkelas dunia dan menjadi Instruktur kelas dunia. Supaya mendekatkan pemahaman tentang mind setting Harvard itu. Ya taklain dan tak bukan menjadikan mereka semua orang besar.

Setelahnya seperti yang saya jadwal untuk bertemu seorang “abang” untuk diskusi tentang best practice nya. Beliau adalah pembisnis sekaligus Trainer dan outbonder  yang mungkin lebih dari 1000 jam training yang dilakukannya. “abang ” saya ini bernama Hamdani, walaupun beliau sudah menkah tapi orang yang akrab saya pangil bang ham ini adalah pemuda yang skillful, pembelajar cepat, sederhana dan Disiplin.

Saya memang sering berdiskusi dengan beliau ketika saya berada di Pontianak. dan saya juga pernah beberapa kali bekerja bersama beliau untuk training-training. Diskusi yang biasa kita diskusikan banyak tema, dari human capacity, psychology, sampai kemaren kita berdiskusi tentang Orang Besar.

Orang Besar; Orang Terbaik dan Orang Terburuk
Orang akan mudah mengenali siapa anda adalah dari reputasi anda. Namun mungkin mereka akan mudah melupakan anda jika anda bukanlah orang yang terbaik reputasinya dan selalu menginspirasi semua orang disekitar anda.
Misalkan anak yang selalu juara 1 dikelas pasti akan diingat oleh guru, apalagi dia adalah pemimpin organisasi di sekolahnya, kemudian dia rajin membantu guru-gurunya. Pastilah anak itu akan selalu dan selalu diingat, walaupun sudah tak ada lagi disekolah itu.

Sosok yang berabad-abad lalu dikenal dan dipatuhi semua yang diajarkannya pada zamannya, dan sampai hari inipun ajarannya senantiasa dipatuhi dan digiatkan oeh semua umatnya. Beliaulah nabi Muhammad saw. yang usianya hanya 63 tahun namun usianya memiliki makna dan pengaruh hingga ber-abad-abad lamanya oleh umat Islam.

Itulah kira-kira salah satu isi dari calon buku bang Ham yang bertemakan sekali berarti, baru mati! Semangat bang Ham!
Dan satu orang lagi yang pastinya akan diingat oleh banyak orang sepanjang masa adalah orang yang paling buruk reputasinya, orang yang paling meresahkan dan membuat orang trauma pada dirinya.  Dan jika ia tidak ada dia, betapa leganya orang disekitarnya.

Kembali kita perhatikan rata-rata disekolah, selain orang yang terbaik yang akan selalu diingat, yang akan diingat selalu oleh guru dan siswa-siswa lainnya adalah orang yang terburuk peringkat kelasnya. Apalagi kalau ditambah dengan prilku mencuri, nyontek, berkelahi, dan prilaku yang membuat orang sekitarnya trauma.

Seperti fir’aun yang sepanjang masa akan selalu dikenang akan kejahatan dan semua keburukan yang ada pada dirinya yang begitu melekat dalam benak orang yang mendengar nama Fir’aun. Ini adalah prestasi besarnya dalam kejahatan.
Begitu juga dalam kehidupan kita juga akan mendapati orang yang terburuk kita temui dan “me-raja” dalam benak kita. Sehingga ketika ditanya siapa orang yang terbaik anda kenal? Anda akan langsung menjawab orang-orang yang anda kenal baik. Begitu juga ketika anda ditanya siapa orang yang terburuk dan anda tentu menjawab orang-orang yang anda trauma dengan sosoknya, atau orang-orang yang memiliki kesan buruk bagi anda.

Sehingga dalam sejarah hidup manusia, tidak ada yang bisa diingat dari orang yang “biasa-biasa” saja yang orang itu bukanlah yang terburuk atau yang terbaik. Bagaimana dengan anda? Terbaik atau terburuk?

Orang Besar Dulu Hidup Dengan Orang Besar
Dari setelah magrib saya berdiskusi dengan bangham terkait dengan masing-masing lembaga yang kita miliki dan bagaimana memanage nya untuk menjadi lebih besar.

Sampai kumandang sholat Isya memanggil kami berdua untuk sholat Isya. Di perjalaan kami ke masji kami membincang tentang bagaimana orang besar menggapai kebesaran hidupnya, yang sebelumnya mereka juga manusia biasa.

Bang Ham membuka pembicaraannya dengan mengutip dari seorang ustadz  Harjani Hefni yang menulis buku 7 Islamic Habits. Bang ham mengutip tentang 2 rumus orang besar hari ini dan hari kemaren menjadi orang besar.

Pertama orang besar itu sebelumnya pernah tinggal dan diddidik oleh orang besar dizamannya. Tidak mengherankan budaya orang tua terdahulu menitipkan anaknya ke orang besar dengan harapan menjadi orang besar kelak.

Dan dalam cerita nabi yusuf as. Yang diadopsi oleh penguasa mesir padawaktu itu, dan akhirnya menjadi wazir mesir dan menguasainya. Lihatlah musa as. Yang hidup dengan fir’aun, dan nabi Muhammad saw. Yang dibesarkan oleh kakek dan pamannya yang mereka adalah orang yang diperhitungkan dalam perpolitikan dan perdagangan. Dan tentunya para nabi ini dan semua nabi gaulnya sama Allah swt. yang maha besar. Dan menjadi keniscayaan bagi mereka menjadi orang besar.

Bang ham melanjutkan kutipannya dengan mencontohkan SBY yang sebelum menjadi orang besar beliau juga pernah menjadi ajudan presiden .

Termasuk presiden pertama Indonesia, Soekarno. Yang hebat dan besar dengan pidato-pidatonya yang memukau dan mantap dalam retorikanya masyarakat Indonesia dan dunia yang pernah mendengarkan pidato-pidatonya. Karena sebelumnya bung Karno telah mempelajari pidato dan berguru bersama Cokroaminoto salah seorang tokoh besar Indonesia, yang juga hebat dalam pidato dan propaganda.

Seorang besar pastilah memiliki sosok dibalik kebesarannya, karena memang tidak dapat terjadi dengan “bim salabim jadi apa prok.. prok” hanya dengan kekerlip mata kecuali dengan “kun fayakun” tapi dengan semua kebaikan orang yang kita namai mereka GURU.

Siapa guru dibalik kehebatan dan kebesaran anda?

Orang Besar, Besar Dengan Menantang Orang Besar
Bang Ham mengutip dari ustadz Harjani Hefni tentang cara orang didunia ini menjadi orang besar selanjutnya adalah, orang-orang besar, besar karena menantang orang besar.

Lihatlah bagaimana cerita para Nabi as. Yang menantang banyak tokoh-tokoh besar yang hidup se-zaman dengannya. Nabi Ibrahim as. menentang kezaliman raja Namrud, Nabi Musa as. Yang menantang bapang angkatnya, Fir’aun. Nabi Sulaiman as. yang menantang Ratu Bilqis. Sampai ke Nabi Muhammad saw. Yang menantang orang-orang kafir quraisy yang waktu itu berkuasa. Dan masih banyak lagi dalam siroh kita menemukan tokoh-tokoh besar yang besar karena menantang orang-orang besar.

Selain para Nabi, semua orang besar juga yang menantang orang besar yang kontra dengan mereka. Sampai hari ini yang kita kenang dan dikenang orang tentang kebesaran seorang Soekarno presiden pertama Indonesia yang menantang PBB dengan keluar dari PBB dan memplopori gerakan NonBlok bersama pemimpin Negara-negara lainnya.

Lihatlah bagaiman Ahmad Dinejad presiden Iran yang berani menantang Amerika Negara super power dunia dengan tidak menghentikan penggunaan dan kepemilikan nuklir dan senjata nuklirnya. Yang menjadikan Ahmad dinejad menjadi perhatian dunia dan dicintai masyarakatnya.

Kalau diIndonesia baru-baru ini sekitar setahun belakang ini, ada juga orang besar dari pencapaian dan geraknya di dalam kepemimpinannya di perusahaan Negara nomer 2. Ya! Dialah Dahlan Iskan yang melakukan banyak terobosan-terobosan di PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang dulu sering masyarakat menyebut PLN sebagai Perusahaan Lilin Negara, karena sering terjadi mati listrik bergilir.

Permasalahan yang menjadi crusial selama 60 tahun itu mampu diselesaikannya nyaris kurang dari 2 tahun! Dialah pemimpin atau Dirut PLN yang berani menantang semua kepala daerah yang mempersulitnya dengan birokrasi untuk menyambungkan listrik dikota dan dikabupaten tersebut.

Maka Dahlan Iskan dengan tegas dan berani, Ia akan memutuskan aliran listrik rumah dan kantor kepala daerah yang mempersulitnya dalam memperlua jaringan listrik yang waktu itu masih jutaan yang belum mendapatkan sambungan listrik.

Bagaimana dengan kita?
Ya! Bagaimana dengan kita? Apakah akan mengambil jalanorang-orang besar yang memilih hidup dengan orang besar dan menantang orang besar? Jika anda bertipe pemain aman, untuk menjadi orang besar dengan dua syarat diatas pastinya akan sulit!

Namun jika anda adalah ber-tipe pemain hebat, pastilah anda akan menempuh dua syarat orang besar diatas!

Thanks to; Allah swt, Bang Ham dengan penuturannya yang membuat penulis menggali sedikit lebih dalam mengenai rumus orang besar. Dan tentunya kepada Ustad Harjani Hefni untuk inspirasinya. Semoga Allah balas dengan sebaik-baiknya kebaikan. Aamiin.

Untuk tulisan saya yang lainnya teman-teman bias Kunjungi juga blog saya di;http://ridhopsi.blogspot.com
Suka ·  · 
 
;